Ada Nya Lubang Hitam Lain Di Bima Sakti

Ada Nya Lubang Hitam Lain Di Bima SaktiAda Nya Lubang Hitam Lain Di Bima Sakti – Kini, para ilmuwan menemukan lagi lubang hitam(Black Hole) yang berukuran sedang, atau 100 ribu kali lebih besar daripada Matahari, yang bersembunyi di Galaksi Bima Sakti. Para Astronom di jepang mengumpulkan data yang mendukung keberadaan lubang hitam tersebut dan mereka juga menjelajahi awan gas molekuler yang terdapat di dekat pusat Bima Sakti, Di mana gas ini bergerak dengan kecepatan yang sangat aneh.

Menurut laman Time, Jumat 8 September 2017, saat ini mereka sedang meneliti awan tersebut, mereka juga melihat segumpalan gas yang bergerak maju ke pusat awan. Akan tetapi, gumpalan gas tersebut hanya membentuk kumparan di sekitar pusat awan sebap adanya kekuatan dari gaya grafitasi masif. Sebuah laporan dari Nature Astronomy yang di terbitkan pada hari senin lalu, ilmuwan mengatakan Black Hole ini tidak memancarkan cahaya sendiri. Dengan begitu, untuk mencari bukti para ilmuwan sedang mendalami adanya gangguan gravitasi di lubang hitam itu sendiri.

Selain itu, didekat kumpulan gas tersebut ada berbagai sumber gelombang radio uang menyeruapi Sagitarius A, Lubang hitam raksasa ini berpusat pada Bima Sakti. Kesamaan ini mengidentifikasi adannya lubang hitam yang berukuran sedang. Seperti yang di ketahui, lubang hitam ini berbentuk setelah bekas inti dari galaksi lain diserap oleh Bima Sakti. Jima penemuan ini jelas keberadaannya, makan bisa di simpulkan galaksi di Tata Surya tumbuh dengan ‘saling memakan’.

Penganiyaan Empat Ekor Kucing Di Jatuhi Hukuman

Penganiyaan Empat Ekor Kucing Di Jatuhi HukumanPenganiyaan Empat Ekor Kucing Di Jatuhi Hukuman – Di Amerika Selatan, seorang pria dari Carolina Selatan dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Ia mendapatkan hukuman tersebut karena dianggap telah bersalah atas penganiyaan empat ekor anak kucing hingga tewas. Menurut laporan dari dari media sosial ternama, pria yang berusia 27 tahun ini menuangkan bensi ke seluruh bagian tubuh hewan-hewan yang sangat mengemaskan tersebut dan membakarnya.

Dia melakukan hal itu disebuah gudang dekat rumah keluarganya di Great Falls pada bulan Mei lalu. Saat itu, ada 5 ekor kucing yang sedang bersembunyi di dalam gudang Rainey. Namun, hanya ada satu hewan yang beruntung dan dapat bertahan hidup dari penganiyaan pelaku. Dari kejadian tersebut, nampak nya pelaku sedang mengalami masalah mental. Ia juga diketahui seorang pengguna obat-obatan terlarang seperti ganja,kokain dan jenis narkotika lainnya.

Karena hal itu, diyakini Rainey melakukan tindak kejahatan kejam terhadap hewan-hewan yang sangat mengemaskan itu. Sementara itu, ibu dari Rainey, Tammy Lane mengakui sanag anak memiliki masalah kejiwaan sebap putra nya tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan yang di perlukan. Ibu nya juga menuturkan bahwa tindakan gila ini dapat dilakukan saat penyakit putra nya tengah menyerang, dilansir dari AP.

Ditemukan Makluk Hidup Mirip Otak Berkelamin Ganda

Ditemukan Makluk Hidup Mirip Otak Berkelamin GandaDitemukan Makluk Hidup Mirip Otak Berkelamin Ganda – Berlendir, mirip otak, dan aneh, itulah makhluk bernama bryozoa yang ditemukan di Stanley Park, Vancouver, Kanada, baru-baru ini. Celina Starnes, peneliti dari Stanley Park Ecology Society, menemukannya di laguna kecil di selatan taman. “Makhluk ini kenyal, kuat. Seperti jell-o,” kata Starnes, seperti dikutip dari laman berita The Sun , Rabu, 6 September 2017. Starnes menjelaskan, bryzoa alias Pectinatella magnifica ini sebetulnya ratusan makhluk hidup yang tinggal berkoloni. Ketika organisme tunggal dia disebut zooid dan ukurannya sekitar 5 milimeter.

Zooid tersebut merupakan hewan hermafrodit (berkelamin ganda). Ia mampu menghasilkan statoblas, sekumpulan sel di organisme yang bereproduksi secara aseksual jika terpisah dari koloni. “Sebelumnya, spesies ini hanya ditemukan di daerah timur Sungai Mississippi. Ini mungkin bryzoa kuno yang telah hidup sejak 470 juta tahun,” kata Starnes. Namun, dari mana dia berasal masih misterius. Studi Badan Perikanan dan Kehidupan Liar Amerika pada 2012 menyebut perubahan iklim bertanggungjawab atas penyebaran P. magnifica ini.

Sebab, makhluk ini hanya bisa bertahan di perairan hangat, kurang dari 60 Fahrenheit, atau sekitar 15 derajat Celsius. Pemanasan iklim mungkin membuat makhluk ini pindah ke utara. Starnes menjelaskan, spesies ini bersimbiosis mutualisme dengan alga di perairan yang kaya akan nutrisi. Namun, peningkatan populasi P. magnifica tanpa ada kendali akan mengganggu keseimbangan ekosistem air tawar. Kalau masuk ke daerah pemukiman atau sumber air minum, makhluk seperti gumpalan otak ini juga bisa menyumbat pipa.