Dewasalah Suporter Indonesia, Kalian yang Biarkan Duka Itu Terus Ada

Setelah ada suporter timnas Indonesia meninggal dunia karena petasan di Stadion Patriot Bekasi kala Garuda menjamu Fiji dalam uji coba beberapa waktu lalu, kini ada kabar duka masih mewarnai sepakbola Tanah Air.

Duka itu terulang saat laga Persita kontra PSMS Medan pada laga babak 16 Besar Liga 2, Rabu (11/10) lalu Stadion Mini Cibinong. Laga itu berakhir ricuh kala suporter merangsek masuk lapangan.

Dewasalah Suporter Indonesia, Kalian yang Biarkan Duka Itu Terus Ada

Dan kemudian terjadi bentrok antar dua suporter. Situasi panas ketika keluhan nggak wajar fans Persita.

Adu lempar barang dan lainnya membuat kerusuhan tak terbendung sampai akhirnya suporter Pesitara bernama Banu Rusman terkena luka di kepala.

Sehari setelah kejadian itu, kabar duka kemudian menyusul. Fans klub kebangaan Tangerang ini meninggal di usia 17 tahun lewat pengumuman Persita.

“Innaillahi wa innaillahi rojiun telah wafat salah satu Supporter Persita – Banu ( Lbv Tangsel) – Semoga amal ibadahnya diterima disisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Kami berharap tidak ada lagi korban dan insiden kemarin segera diusut tuntas!!
Karena sepakbola adalah hiburan untuk masyarakat dan supporter adalah bagian dari sebuah klub.

Kami himbau untuk tetap tenang dan jangan sampai terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.Kita harus tetap kompak dan mendoakan yang terbaik untuk para korban atas insiden kemarin.”

Sampai kapan ini terjadi?