Polisi Bekukan 146 Rekening Judi Online dari 141 Situs

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri membekukan 146 rekening milik pelaku perjudian poker terpercaya. Sejumlah rekening tersebut berasal dari online investigation terhadap 141 web judi online.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengungkapkan, hasil online investigation, pihaknya berhasil menemukan 141 situs judi online.

“Ini baru sedikit, hingga kami temukan ada 141 situs judi online, dari 141 judi online ini ternyata menggunakan 146 rekening bank yang tersebar di beberapa wilayah,” kata Arief di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2013).

Dari 146 rekening tersebut dapat dirinci 88 rekening dibuat di Jakarta,  15 rekening di Sumatera Utara, 11 rekening di Jawa Barat, 11 rekening di Jawa Timur, 3 rekening di Jawa Tengah, 2 reking di Bali, dan 1 rekening di Kepulauan Riau.

Dikatakan Arief dengan mengetahui rekening-rekening yang digunakan untuk praktek perjudian tersebut, berdasarakan peraturan MA Nomor 1 Tahun 2013, kepolisian melakukan pemblokiran terhadap rekening-rekening tersebut.

“Langkah yang kami lakukan menggandeng PPATK bekerja sama dengan PPATK dan penyedia jasa keuangan langsung melakukan pemblokiran,” ungkapnya.

Kemudian Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan penelitian dan membuka semua rekening tersebut.  Dari 146 rekening, 90 rekening alamatnya fiktif, 10 rekening alamatnya benar tapi tidak dikenal, 46 rekening masih dilakukan penyelidikan bersama PPATK.

Dari 146 rekening tersebut diketahui menggunakan sarana tiga perbankan nasional, di antaranya 53 rekening di Bank Mandiri, 87 rekening di Bank BCA, dan 6 rekening di Bank BNI.

“Total saldo dari 146 rekening ini Rp 8.818.155.998,” ucapnya.

Kepolisian masih terus menelusuri rekening-rekening tersebut dengan mendatangi satu persatu alamat yang ada di Bank.

“Jadi setelah kami mendapatkan alamat dari bank dan hasil penyelidikan PPATK kami sebar penyidik kami untuk melakukan pengecekan terhadap 146 rekening tersebut. Baru 100 alamat yang kami datangi, 46 lagi masih jalan,” ungkapnya.